Yang tersisa dari Tragedi Bintaro 19 Oktober 1987.

Leave Comment

Mungkin sudah banyak orang yang membahas tentang tragedi pilu 19 Oktober 1987 yang banyak memakan korban ini. Seperti asal muasal kejadian, foto-foto di lokasi kejadian atau hasil investivigasi. Tetapi dalam postingan saya hari ini saya akan membahas beberapa hal yang masih tersisa dan dapat terdokumentasikan.

bintaro-2

Dua Lokomotif yang saling “adu banteng” pada PLH Bintaro.

Sisa-sisa dari 2 lokomotif yang terlibat dalam kecelakaan maut ini adalah lokomotif BB303 16 dan BB 306 16. Bagian dari lokomotif tersebut yang masih sempat terdokumentasikan seperti kipas radiator yang legendanya sempat menjadi “alat giling manusia”.

bintaro_radiator

Radiator salah satu lokomotif  PLH Bintaro sebelum hilang tertutup tanah (foto: Bagus W).

Dalam blusukan saya akhir-akhir ini kedalam komplek Balai Yasa Yogyakarta ternyata masih tersisa bagian lain dari lokomotif naas yang menjadi salah satu bagian sejarah kelam keretaapi di Indonesia.

_mg_7106-copy

Hidung Lokomotif / Box Battrey yang ternyata masih terdapat di kebun Balai Yasa.

_mg_7107-copy

Hidung Lokomotif / Box Battrey yang ternyata masih terdapat di kebun Balai Yasa tertutup oleh rumput rumput liar.

Bagian tersebut adalah Hidung / Kotak Battrey dari lokomotif BB303 16. Penemuan ini bisa dibilang cukup mengejutkan. Setelah sebelumnya bekas kipas radiator menghilang tetutup tanah di kebun Balai Yasa Yogyakarta sekarang malah ditemukan bekas hidung dari lokomotif tersebut. Dari balik rerumputan yang sehabis dipangkas oleh petugas kebun Balai Yasa. Masih terlihat samar-samar terlihat bekas cat hijau-krem khas PJKA walaupun betuk kotak battrey ini sudah tidak utuh. Selain itu menurut salah satu petugas yang menemani saya dan rombongan berkeliling, beliau sudah dinas di Balai Yasa Yogyakarta sejak  1990an awal, menyebutkan benda itu memang bekas dari lokomotif PLH Bintaro. Ada alasan kenapa bagian ini masih tersimpan di kebun hingga sekarang. Orang-orang Balai Yasa Yogyakarta mulai dari generasi 80an hingga sekarang tidak ada yang berani bahkan enggan untuk menindahkan atau merucat (membesitukan) sisa bagian dari lokomotif ini.

2 thoughts on “Yang tersisa dari Tragedi Bintaro 19 Oktober 1987.

Leave a Reply to Andhika Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *